Sejarah Mengenai Perkembangan Pola Part 2

sejarahpola

Desain dari produksi masal pola kertas mencakup banyak langkah. Selain itu, kreasi yang mudah digunakan, modis, pola yang pas dan baik hasil kolaborasi dari berbagai departemen yang berbakat. Pada awal proses desain dari berbagai pola, perusahaan pola membentuk departemen pengembangan produk. mereka harus mengevaluasi tiga elemen kunci: type profil pelanggan seperti gaya hidup, keterampilan, daya tarik, dll), trend pakaian saat itu, dan hasil penjualan yang lalu. Semua factor-faktor ini untuk membuat pola yang bisa menguntungkan perusahaan pada akhirnya. 

Perusahaan pola memiliki berbagai koleksi pola baru yang di luncurkan setiap tahun; peluncuran koleksi empat musim dalam setahun. Para desainer rumahan terinspirasi dari mengamati orang-orang dan gerakan fisik mereka, belajar tentang keperluan mereka, dan memahami tren gaya hidup pelanggan mereka. Para desainer juga menghadiri acara-acara fashion show, membaca dari majalah-majalah, surat kabar, dan jurnal perdagangan agar dapat mengikuti trend-mode dan gaya saat itu. Banyak desain yang dibuat untuk sebuah koleksiyang akan datang. Sketsa awal didiskusikan oleh para tenaga pemasaran, desainer pakaian, penjahit, dll. Gaya dan pola sebelumnya di bahas serta diperiksa sebagai bandingan. Beberapa pola mungkin tetap di buat ulang tidak berdasarkan musim melainkan hasil penjualannya. Jika sebuah desain setelah melalui penilaian-penilaian dan sepertinya layak untuk di jadikan pola, itu akan di sesuaikan dengan profil pelanggannya. Pada seleksi akhir akan dibuat ukuran-ukuran dan kembali ke departemen design.

Selanjutnya, para ilustrator akan membuat sketsa pertama. Sketsa ini disebut Croquis , yang bemerupakan kata dari Perancis. Croquis berisi semua informasi penting untuk setiap pola dan akan menjadi dasar dari lembar kerja untuk membuat pakaian.

 

Untuk membuat pola yang sebenarnya ,orang-orang dari departemen-departemen teknis seperti desainer merchandise,bagian standar produksi ,pembuat pola, penjahit mengadakan pertemuan untuk memutuskan detail-detail sebuah gaya dan proses pembuatan nya. Keputusan mengenai jumlah potongan pola , tingkat kesulitan , kain yang cocok , ukuran pola yang dinilai cocok, dan proses pembuatan nya.

 

Para pembuat pola membuat folder untuk setiap desain yang mereka buat, sehingga setiap informasi penting yang terkandung di dalam nya dapat di teruskan kepada departemen selanjutnya. Dan folder dengan catatan dari hasil pertemuan pembuatan dapat langsung di berikan kepada departemen pembuat pola atau pattern making.

Leave a comment